Wednesday, May 18, 2011

Azim Premji, Raja TI Yang Rendah Hati

Sosok pemimpin yang luar biasa :)


Jika Anda berkesempatan datang ke India dan melihat sosok pria ini, mungkin Anda tak pernah menyangka siapa dia. Ia kadang berjalan-jalan seperti orang kebanyakan. Ia bahkan juga tak jengah untuk naik kendaraan umum atau taksi saat hendak bepergian. Ketika datang ke dari bandara, ia juga tak harus dijemput oleh pegawai atau karyawannya. Padahal, pria bernama Azim Premji ini adalah seorang multimilioner dari India. Ia bahkan masuk sebagai daftar 25 orang terkaya versi Forbes dan TIME.

Terlahir dari keluarga yang dianggap minoritas, Azim yang beragama Islam, sebenarnya menjadi pengusaha karena sebuah faktor keterdesakan. Sang ayah yang memiliki usaha minyak goreng meninggal saat Azim masih berusia 21 tahun. Ketika itu, ia yang baru lulus dari Universitas Stanford Amerika segera dipanggil pulang ke India untuk menggantikan posisi ayahnya.

Dalam usia semuda itu, Azim langsung diuji untuk meneruskan usaha keluarga yang sudah cukup berkembang kala itu. Namun, ternyata, usia yang muda membuat sejumlah orang merasa ragu dengan kemampuannya. Pada saat itulah, mampu menujukkan kedewasaannya. Dengan tangan dingin, Azim bertindak tegas membeli saham orang yang meragukan kemampuannya itu, dan mengganti dengan orang lain. Kemudian, ia juga memutar haluan core business usahanya dari usaha minyak goreng menjadi usaha berbasis teknologi informasi (TI). Sebab, dari pengalamannya menimba ilmu di Amerika, Azim menemukan bahwa TI akan menjadi unit usaha yang sangat menguntungkan di masa depan.

Azim kemudian membangun bisnis Wipro Technologies untuk mewujudkan visi ke depannya itu. Dan, seperti yang sudah terlihat hasilnya saat ini, Wipro di tangan Azim menjelma menjadi imperium bisnis di bidang TI yang sangat besar. Wipro Technologies bukan hanya menjadi perusahaan TI terbesar di India, bahkan termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Semua itu, menurut Azim bisa dicapai karena kerja tim. Karena itu, Azim sangat peduli pada pengembangan SDM bagi karyawannya. Untuk itu, ia membuat program Wipro’s Leadership Programs untuk mencetak tim dan pemimpin yang bisa diandalkan untuk membangun bisnisnya. Selain itu, di India, pria yang kini tinggal di Bangalore itu dikenal sebagai pelopor standar kualitas tertinggi bagi tiap unit bisnisnya. Sebagai salah satu bukti, Azim adalah orang pertama yang menerapkan sistem Six Sigma, sebuah pola manajemen moderen di perusahaannya. Wipro bahkan dinobatkan sebagai perusahaan penyedia layanan software yang mencapai level 5 standar SEI CMM, yakni level tertinggi dalam kategori layanan. Wipro juga mendapat predikat level tertinggi dalam kategori People Capability Maturity Model. Dengan pencapaian ini, Azim membuktikan, dengan mengedepankan kualitas dan integritas, siapapun bisa menjadi sukses di bidangnya.

Kini, meski memiliki kekayaan mencapai USD18.5 miliar atau sekitar Rp170 triliun, Azim tetap bersikap sederhana dan rendah hati. Ia bahkan tak pernah meminta diistimewakan, meski di perusahaannya sendiri. Ia bahkan tak punya tempat parkir khusus layaknya CEO lain. Dengan kekayaan itu, Azim juga menunjukan kepeduliannya pada dunia pendidikan. Ia berpendapat, India bisa maju jika SDM-nya juga maju tingkat pendidikannya. Karena itu, secara khusus raja teknologi India ini mendirikan Yayasan Azim Premji. Visinya, yaitu menyediakan pendidikan yang setara dan adil bagi semua golongan. Dari yayasan ini, ia telah menyekolahkan sekitar 1,8 juta siswa dari berbagai golongan dengan berbagai program pengembangan SDM.

Kesuksesan Azim Premji menunjukkan bahwa dengan mengedepankan kualitas dan integritas, seseorang bisa menggapai impiannya. Ia juga menunjukkan bahwa dengan kerja tim, sebuah hal yang biasa, bisa menjadi kekuatan yang luar biasa. Azim juga tak lupa bahwa semua orang punya hak yang sama untuk sukses. Karena itu, kepeduliannya membangun dunia pendidikan di India patut dijadikan contoh bahwa kesuksesan akan jauh lebih berarti jika bisa menularkan kesuksesan itu kepada orang lain. Luar Biasa!!!

Penulis : Team Andriewongso.com

Wednesday, May 11, 2011

If U feel Lonely or Alone......

Ketika kau tak sanggup melangkah...
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan teruslah harap Allah selalu disisimu
InsyaALLAH InsyaALLAH InsyaALLAH ada jalan…
---Maher Zein feat Fadli----

Jadi ingat orang-orang yang sendiri di jalan, yang ga punya keluarga atau bahkan ga kenal sama keluarganya. Ga jauh2, si bang "S" yang ada di lingkungan deket rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Udah hampir beberapa minggu dia ikut nginep di depan rumah. Sebenarnya dia masih punya abang kandung, ortunya udah meninggal. Kata umi sih, dia ga punya saudara lagi, cuma abangnya itu satu-satunya. Tapi karena sering berantem alias ga akur, alhasil dia ngineplah di tempat kita.

Awalnya kasian, tapi lama-lama ga nyaman juga. Rumahnya ada, tp ga terurus, udah ga da listrik & air lagi (mgkn diputus krn ga pernah dibayar lagi). Dia sekarang pengangguran, tapi ga mau nerima bantuan orang lain. Di arahin tuk tidur di mesjid skalian bantu2 di sana, eh dia ga mau. Tidur di rumahnya sendiri pun ga mau... Takut ada yg ngejar2 katanya... ada yg mau nge bunuh dia, soalnya dia banyak utang (serius bang? hufff perasaan abang aja kali tu).

Cuma di rumah kami dia ngerasa aman tuk tidur katanya (dia tidurnya di teras depan, sebelumnya di ruang tv), dikasi masukan untuk kerja. Biar dia ada penghasilan lah setidaknya, ga luntang-lantung trus & kebanyakan melamun.. eh ngomongnya jadi ga nyambung (kata suamiku). Trus kata suamiku lg si bang "S" itu rada stress, ga bisa diajak ngomong serius. (maap yee pake "katanya lagi", soalnya aq ga pernah ngobrol lama sm dia. cuma sekedarnya aj). Apalagi dia kondisinya "katanya" lagi agak stress... Takut deh eike

Nah, akhir2 ini dia tu klo pagi ga langsung pergi.. alias duduk aja melamun di teras... Kan semua pada pergi kerja, cuma umi, si mbak, & anak2 balita aja yg dirumah (di depan rumah kami ada rumah kakak ipar yg masih satu gerbang). Sempet khawatir kan jadinya,,, kemaren suamiku udah bilang ke dia, supaya pagi langsung pergi aja cari2 kegiatan. Jangan diam disini, ga enak juga sama warga (selain ngeri juga dia ngapain disitu melamun )

Aaah pokoknya udah ga nyaman, tu orang jadi kebiasaan (tu kan bener kata Rasul, adab-adab bertamu ternyata penting sekali utk dijaga. Adab bertamu ala Rasul; bertamu jangan lebih dari 3 hari... kecuali tuan rumah yg minta utk tinggal lebih lama. Privacy si tuan rumah booo'

Wkt dia sdh ikut nginep seminggu, suamiku & umi (mertua) udah bilang ke pak RT & yg dituakan di lingkungan situ... agar si bang "S" diperbolehkan nginep di mesjid, barenganlah sama si pak marbot. Eh mereka menolak (ya krn persepsi mengenai "S" yang kurang baik di pikiran mereka). So.... apakah ini hanya menjadi tanggung jawab salah satu warga wahai para saudara2??? apakah ini menjadi tanggung jawab kami? Tanggung jawab orang-orang baik seperti kami??Hellow??? >> kemana pertanyaan ini tepatnya dilontarkan ya?

Btw td malam dia udah ga ke rumah, mudah2an sdh menemukan tempat yang tepat, hanya lagu ini yang bs kupersembahkan utk bang "S" (meski aq pun ga mengenalmu> i'm new be disana hehe)

For U, for Everyone, for Us yg lagi merasa kesepian & terjatuh...

Everytime you commit one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah Insha Allah
Insya Allah you’ll find your way

Feeds

*** Hoping the best in my Life.. & Trying To Do the best with Allah Bless... ***

~~ SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT DAN DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI MEDIA BERSILATURAHIM ~~