Wednesday, May 18, 2011

"Kami Datang Memenuhi Panggilan Mu Ya Allah"

Labbaik Allahuma Labbaik

Labbaik ka la Syarii ka Labbaik

Innal Hamda, wa Nikmatalak

Laka wal mulk, La Syariikala

Semua kaum muslimin pasti tau apa makna tulisan diatas..... ya inilah jawaban kaum muslimin atas panggilan Allah untuk datang ke rumah -NYA.

Panggilan untuk menunaikan ibadah haji. Rukun islam yang ke lima telah Syahadat, Sholat, Zakat dan Puasa. Bagi yang mengaku islam tentulah wajib melaksanakan kelima hal di atas (dan dengan catatan untuk zakat, puasa & haji diwajibkan bagi yang mampu). Jadi, yang ga bisa melaksanakan bisa di sebut tidak mampu ya :)

Ada panggilan Allah yang mampu kita tunaikan di setiap keseharian kita... ga harus nunggu punya uang untuk ongkos pesawat maupun biaya haji, ga harus nyiapin perbekalan & segala macam pernak perniknya, ga perlu melakukan perjalanan jauh hingga ke Mekah.

Ya... Panggilan itu adalah panggilan sholat. Ketika Adzan berkumandang, Allah telah memanggil kita untuk menghadapnya. Namun panggilan ini masih sering kita lalaikan, misalnya nanggung ni rapatnya tinggal sedikit lagi, nanggung ni filmnya dah mau kelar, nanggung ni mo makan dulu dan segala macam alasan lainnya yang kita ungkapkan untuk menunda sholat.

Bagaimana kalau yang memanggil adalah bos kita? atasan kita? bahkan kalau yang memanggil kita adalah seorang presiden. Terburu-buru memenuhinya? Jika ya, dengan tidak sengaja(atau mungkin sengaja) kita telah meletakkan ketakutan terhadap manusia di atas ketakutan pada Allah. Bener ga?

Ada sebuah kisah menarik dari salah satu sahabat

Amir bin Abdullah bin Zubair terbaring lemah di pembaringannya. Desah nafasnya hanya menunggu waktu ajal menjemput saja. Keluarganya berkumpul di sekitarnya sambil menangis menatap kondisinya yang kritis. Amir begitu lemah dan tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan.

Ketika itu terdengarlah suara azan maghrib berkumandang, dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya : "Tuntunlah aku!"

Mereka bertanya: “Ke mana?”.

Amir berkata: “Ke masjid”.

Mereka berkata: “Dalam kondisimu seperti ini?”.

Amir pun menjawab: “Mahasuci Allah, aku mendengar panggilan untuk menunaikan shalat dan aku tidak memenuhinya? Bimbinglah tanganku dan boponglah aku”. Maka ia pun dibopong kemasjid dan ikut shalat berjamaah satu rakaat bersama imam, kemudian menghembuskan nafas terakhir dalam sujudnya.

Subhanallah, bagaimana dengan kita?

Allah tidak menghukum kita secara langsung ketika kita terlambat memenuhi panggilannya. Hanya Allah mengingatkan dalam ayat-ayatnya

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam: 59)

Makna menyia-nyiakan sholat dalam ayat ini bukanlah meninggalkan sholat sama sekali, sebab meninggalkan sholat lebih besar bahayanya, bahkan maknanya sebagaimana penjelasan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, hanyalah sekedar menyia-nyiakan waktunya (lihat Syarhul Kabair lidz-Dzahabi, hal. 27)

Juga dalam firman-Nya:
فويل للمصلين ، الذين هم عن صلاتهم ساهون

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya.” (Al-Ma’un: 4-5)

Demikian pula makna melalaikan sholat dalam ayat ini mencakup orang yang meninggalkan sholat secara menyeluruh maupun melalaikan pelaksanaannya dari yang semestinya.

Berkata al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah: “(termasuk dalam kategori melalaikan sholat) apakah melalaikannya dari awal waktunya, yaitu mereka selalu mengakhirkan waktu sholat atau kebanyakan waktunya, ataukah melalaikannya dari pelaksanaannya dengan benar, yaitu dengan memenuhi rukun-rukun sholat dan syarat-syarat sholat sebagaimana yang diperintahkan (oleh Allah Ta’ala), ataukah melalaikannya dari khusyu’ dalam sholat dan mentadabburi makna-makna sholat. Sedang teks ayat ini mencakup semua bentuk pelalaian tersebut. Dan barangsiapa malakukan satu bentuk pelalaian tersebut maka dia mendapatkan bagian (ancaman) dari ayat ini, dan barangsiapa yang melakukan semua bentuknya maka sempurnalah bagian ancaman terhadapnya dan lengkaplah pula sifat munafik ‘amaly dalam dirinya, sebagaimana dalam Ash-Shahihain bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“تلك صلاة المنافق، تلك صلاة المنافق، تلك صلاة المنافق، يجلس يَرْقُب الشمس، حتى إذا كانت بين قرني الشيطان قام فنقر أربعا لا يذكر الله فيها إلا قليلا”

‘Itulah sholatnya munafik, itulah sholatnya munafik, itulah sholatnya munafik, yaitu dia (hanya) duduk memperhatikan matahari, sampai ketika matahari berada pada kedua tanduk syaithon (hampir terbenam) maka diapun bangkit lalu mematuk sebanyak empat (raka’at) dalam keadaan dia tidak mengingat Allah dalam sholatnya tersebut kecuali sedikit’.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/493)

Ngeri nggak tu???

Semoga kita tidak termasuk dalam barisan orang-orang yang melalaikan sholat.

Ampuni kami Ya Rabb.......

3 comments:

Santai Coi said...

Alhamdulillah, ane diingatkan lagi.. akhir2 ini sering menyianyiakan shalat. Terima kasih bu. Perbanyak artikelnya.

Ades Zahra said...

insyaAllah mengingatkan diri sendiri juga pak :)

Semoga snantiasa diberkahi & diridhoi sgala kegiatan

Obat Sait 2011 said...

alhamdulillah gan

Feeds

*** Hoping the best in my Life.. & Trying To Do the best with Allah Bless... ***

~~ SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT DAN DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI MEDIA BERSILATURAHIM ~~