Tuesday, June 28, 2011

CINTA


CINTA


Di suatu pulau kecil, tinggallah para kurcaci yg mengemban tugas sesuai

namanya masing-masing. Ada kurcaci Kesedihan, Kurcaci Kekayaan, Kurcaci

Kegembiraan, Kurcaci Kecan tika n, dll.

Suatu ketika, datang badai yg menghempaskan pulau kecil itu. Air laut

tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau

berusaha untuk cepat-cepat menyelamatkan diri.

Kurcaci Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak

memiliki perahu. Ia berdiri di atas batu karang di tepi pantai, mencoba

mencari pertolongan. Sementara itu, air makin naik dan membasahi kaki Cinta

Tak lama kemudian , Cinta melihat

Kekayaan sedang mengayuh perahu.

”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.

”Aduh maaf, Cinta!” kata Kekayaan. Perahuku terlalu penuh dengan harta

bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam.

Lagi pula, tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”

Kekayaan lalu cepat-cepat mengayuh perahunya.


Cinta sedih sekali. Kemu dian , dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

”Kegembiraan! Tolong aku!” teriak Cinta.

Namun, Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tidak

mendengarkan teriakan Cinta.

Air semakin tinggi, membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tak lama kemu dian , lewatlah Kecantikan.

”Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!” teriak Cinta

”Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti

kamu mengotori perahuku yang indah ini,” sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itu, lewatlah Kesedihan.


”Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” pinta Cinta.

"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...” jawab

Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.


”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan

perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air

menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta

dan segera pergi lagi.


Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa orang tua yang telah menyelamatkannya itu. Cinta segera
menanyakannya kepada kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.
”Oh, orang tua t adi ? Dia adalah Waktu”, jawab orang itu.
”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan
teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku”, tanya Cinta
keheranan.
”Sebab”, kata orang itu, ”Hanya waktulah yang tahu berapa nilai Cinta
sesungguhnya. ..”

0 comments:

Feeds

*** Hoping the best in my Life.. & Trying To Do the best with Allah Bless... ***

~~ SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT DAN DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI MEDIA BERSILATURAHIM ~~